Cara Mengambil Foto Wajah dengan Smartphone

0

Di era kerja jarak jauh, foto wajah menjadi semakin penting untuk memberikan kesan pertama yang baik saat online.

Anda bahkan tidak memerlukan kantor mewah dengan background atau pencahayaan.

Meskipun kualitas fotonya mungkin tidak sama persis dengan sesi fotografi di studio, foto yang diambil akan 50x lebih baik daripada kebanyakan foto selfie dan foto berkualitas rendah lainnya di LinkedIn saat ini.

6 Langkah Mengambil Foto Wajah di Rumah

Anda mungkin bertanya-tanya apakah memerlukan iPhone termahal/terkini untuk mengambil foto wajah yang layak. Untungnya, Anda tidak memerlukan gadget terbaru untuk mengambil foto wajah di rumah. Anda sebenarnya dapat menggunakan smartphone high end apapun yang dibuat dalam 3 tahun terakhir.

Model yang berfungsi termasuk Google Pixel, Samsung Galaxy dan Android high end lainnya. Selama ponsel memiliki kamera yang cukup bagus, dan dibuat dalam tiga tahun terakhir, akan baik-baik saja.

Namun, jika mengambil foto wajah dengan iPhone, perlu mengubah pengaturan kamera sebelum memulai. iPhone secara otomatis mengambil gambar dalam format file yang disebut .HEIC, yang tidak ideal untuk pengambilan gambar wajah di rumah.

Langkah 1: Persiapan Pemotretan Foto Wajah DIY

Apa yang Harus Dipakai

Singkatnya, warna solid terlihat paling bagus. Pastikan pakaian bebas kerut dan posisinya tepat (khususnya kerah).

Hindari logo perusahaan dan pola tebal. Jenis atasan ini mengganggu.

Untuk memberikan kesan pertama yang baik saat online, disarankan untuk tidak mengenakan kaos atau hoodie biasa di foto. Kemeja berkerah, sweater atau apapun yang lebih dari kasual/piyama akan memberikan kesan jauh lebih baik pada orang.

Untuk foto di rumah, sebaiknya juga mempertimbangkan background. Cobalah untuk mengenakan pakaian yang sangat kontras dengan background. Kemeja berwarna terang dengan blazer gelap adalah penampilan klasik – dan jika memiliki dinding standar putih pucat, akan membantu tampil menonjol.

Cara Menata Rambut

Pastikan rambut ditata sesuai keinginan. Hindari potongan rambut yang tidak biasa atau mungkin terlihat lebih berantakan dari yang diharapkan. Untuk rambut yang berantakan, sedikit hair spray atau air bisa bermanfaat.

Jika memiliki rambut panjang, pastikan rambut tidak berada di bahu atau 25% bagian tengah dada. Anda dapat mencoba beberapa foto dengan rambut ke depan di kedua sisi, ditambah beberapa versi dengan rambut ke belakang melewati bahu di sisi yang paling dekat dengan kamera.

Biasanya, namun tidak selalu, orang-orang lebih memilih rambutnya disampingkan ke belakang karena hasil foto akhir terlihat lebih rapi.

Makeup

Jika memakai riasan, direkomendasikan riasan sederhana yang akan dikenakan ke pertemuan bisnis. Hindari godaan untuk berlebihan.

Perhiasan

Seperti halnya riasan, buatlah perhiasan tetap sederhana. Perhiasan yang banyak atau besar dapat mengganggu.

Kacamata

Saat mengambil foto, usahakan untuk menghindari penggunaan kacamata yang menimbulkan silau saat menghadapi segala bentuk cahaya.

Persiapan Kulit

Jika biasanya memiliki kulit berminyak, sebaiknya gunakan tisu kering untuk menepuk area tengah dahi, hidung, pipi dan dagu. Terkadang, bagian wajah kita yang berkilau dapat terlihat mengganggu. Dan, meskipun kita dapat mengedit kilap, foto terlihat lebih baik tanpa kilap di versi aslinya.

Langkah 2: Cakupan Pencahayaan Rumah

Pencahayaan yang ideal harus berasal dari sinar Matahari yang menyebar melalui awan, tirai jendela sutra atau terpantul dari dinding putih besar. Tidak boleh mengambil foto saat sinar Matahari langsung mengenai wajah, karena akan membutakan dan menciptakan bayangan kasar di wajah.

Biasanya, cahaya terbaik dapat ditemukan di dekat jendela besar, dengan menghadap langsung ke sana. Jika tidak memiliki tirai sutra dan Matahari sepenuhnya menyinari jendela, sebaiknya menjauh dari jendela atau menunggu hingga sore hari.

Karena mengambil foto di rumah, hindari lampu di atas kepala. Warna pencahayaan listrik dalam ruangan (disebut keseimbangan warna dalam fotografi) akan membuat warna kulit terlihat kuning di foto. Jadi, di lokasi manapun memilih untuk mengambil foto, pastikan untuk mematikan semua lampu dalam ruangan.

Cahaya dari jendela harus menciptakan pencahayaan merata di seluruh tubuh, dengan sedikit bayangan yang mengganggu.

Jika tidak yakin, ambil beberapa foto selfie di jendela berbeda pada waktu berbeda – lalu bandingkan hasilnya. Ingat, harus menghadap langsung ke cahaya, dan tidak terlalu jauh dari jendela.

Jika berdiri terlalu jauh dari jendela, ponsel akan mengimbanginya dengan mengaktifkan pengaturan yang disebut ISO. Singkatnya, ISO membantu kamera mengambil foto dalam tingkat cahaya rendah, namun pada akhirnya fotonya berbintik. Foto berbintik menghasilkan foto wajah yang buruk.

Jika tidak memiliki jendela dengan pencahayaan yang bagus, juga bisa pergi ke luar ruangan untuk mengambil foto wajah DIY. Carilah lokasi yang teduh, namun tidak terlalu gelap.

Sebagai hal terakhir yang perlu dipertimbangkan ketika melihat di mana akan berdiri untuk foto wajah, cobalah untuk memposisikan diri sehingga rambut dan pakaian kontras dengan background foto. Faktor ini kurang penting dibandingkan berdiri langsung di depan sumber cahaya sekalipun.

Tidak perlu berdiri langsung menghadap dinding jika itu berarti tidak memiliki pencahayaan yang baik. Prioritaskan pencahayaan pada wajah/tubuh.

Langkah 3: Rekrut Fotografer

Meskipun kamera profesional akan menghasilkan foto dengan kualitas yang jauh lebih tinggi, memotret foto wajah menggunakan iPhone adalah solusi yang bagus dalam keadaan darurat.

Idealnya meminta pasangan, teman atau rekan kerja mengambil foto dengan kamera depan di ponsel. Selfie menggunakan tangan adalah pilihan terbaik berikutnya. Kamera selfie adalah lensa wide angle yang dapat mendistorsi wajah. Jadi kualitas kamera depan biasanya jauh lebih tinggi.

Jika melakukan selfie, berikan perhatian khusus untuk memastikan tangan berada sejauh mungkin dari tubuh.

Anda 100% bisa mengambil foto wajah selfie menggunakan iPhone atau smartphone lainnya, namun hasil penggunaan kamera depan akan lebih berkualitas.

Minta fotografer untuk memperhatikan rambut dan kerah. Pastikan fotografer tidak mengubah pengaturan kamera ponsel atau mengubah zoom pada ponsel. Lensa harus berada pada tingkat zoom normal.

Selain kualitas foto, manusia terkenal buruk dalam memilih foto diri sendiri, jadi masukan jujur apapun akan membantu. Jika bisa, pilihlah seseorang yang antusias dan bersedia mengambil beberapa foto.

Saat merekrut fotografer, perintahkan dia untuk mengambil foto dari ketinggian mata dan sedikit miring ke bawah.

Langkah 4: Ambil Foto dengan iPhone

Saat mulai memotret, jangan aktifkan Portrait Mode atau mode lain apapun yang mengganggu kamera. Biarkan kamera pada pengaturan foto biasa untuk hasil terbaik.

Pastikan lensa kamera benar-benar bersih. Saat ponsel berada di saku, kotoran dapat menumpuk di lensa. Jadi, gunakan pembersih lensa untuk menyeka lensa dengan lembut guna memastikan mendapatkan gambar yang tajam. Untuk menghindari goresan pada lensa, gunakan kain lembut (seperti kaos bekas) sebagai pengganti paper towel.

Crop

Sisakan banyak ruang di kedua sisi foto, dan sisakan setidaknya beberapa inchi di bagian atas kepala.

Jika meminta orang lain mengambil foto (bukan selfie), pastikan mereka mengambil foto dari pinggang ke atas, tapi tidak lebih jauh. Foto yang diambil dari jarak terlalu jauh akan memiliki kualitas yang lebih rendah.

Jika mengambil foto selfie, putar kamera horisontal dan pastikan bagian bawah foto mencapai bagian bawah tulang rusuk.

Tinggi Telepon

Ponsel harus kira-kira setinggi mata. Jika menurut Anda sudut yang lebih tinggi lebih bagus, bisa setinggi bagian atas dahi, tapi tidak disarankan lebih tinggi.

Sudut Telepon

Kamera harus sedikit dimiringkan ke bawah. Jika memiringkan kamera terlalu jauh ke bawah, lensa mungkin mengubah fitur wajah di foto. Jadi, pastikan untuk memiringkannya paling banyak 15 derajat. Tidak boleh memiringkan kamera ke atas untuk foto.

Ekspresi

Direkomendasikan untuk mencoba beberapa foto tersenyum, beberapa foto dengan senyuman tanpa gigi dan beberapa foto tanpa senyuman.

Untuk foto tersenyum, pikirkan beberapa kenangan indah lalu tersenyumlah tepat sebelum mengambil foto. Jangan mencoba menahan senyuman untuk beberapa foto, karena ekspresi tersebut akan menjadi palsu seiring berjalannya waktu. Jangan takut untuk mencoba proses ini 20 kali atau lebih sebelum mendapatkan senyuman yang disukai.

Untuk foto tanpa senyuman, perlu tampil percaya diri. Untuk melakukan ini, harus sedikit melirikkan mata seolah-olah sedang mendengarkan rekan kerja di sebuah rapat. Tatapan kosong akan terlihat aneh, jadi sedikit melirik akan membuat terlihat lebih engage dalam foto.

Apakah Harus Tersenyum di Foto?

Mungkin. Jika benar-benar tidak ingin tersenyum di foto, senyuman yang dipaksakan tidak akan terlihat bagus. Namun, banyak penelitian seperti ini menunjukkan bahwa terlihat lebih menarik, kompeten dan berpengaruh jika tersenyum di foto.

Jadi keputusan ada di tangan Anda, tetapi dengan tersenyum, kemungkinan besar akan memberikan kesan pertama yang baik dengan foto profil.

Cara Pose Foto di Rumah

Kita terbiasa duduk membungkuk di atas meja, jadi pastikan punggung tetap lurus dan bahu ke belakang sebisa mungkin.

Biasanya, condong ke arah kamera akan menjadi bagus. Jangan berdiri dengan kaki rata, atau dengan beban di kaki belakang, karena akan menonjolkan dagu.

Jika memiliki sisi wajah yang disukai untuk difoto, pastikan untuk mengambil foto di sisi tersebut. Jika belum mengetahuinya, ambillah tiga foto di awal pengambilan gambar. Tinjau foto-foto tersebut secara berdampingan dan mungkin menemukan bahwa memiliki sisi yang disukai.

Saat berpose, usahakan untuk tidak memiringkan kepala ke satu sisi. Meskipun sedikit kemiringan mungkin terlihat lebih ramah/santai, kemiringan yang terlalu besar terlihat tidak profesional.

Berapa Banyak Foto yang Harus Diambil?

Ambil setidaknya 20 foto. Anda mungkin merasa tidak nyaman di depan kamera, namun hindari godaan untuk mengambil satu foto lalu berhenti. Semakin banyak pilihan yang dimiliki, semakin besar peluang untuk mengambil foto yang benar-benar disukai.

Cobalah beberapa pose, dan coba beberapa lokasi yang sesuai dengan kriteria pada langkah 2.

Cobalah beberapa foto dengan senyuman penuh, senyuman setengah dan ekspresi netral.

Semakin banyak pilihan yang dimiliki, semakin besar peluang untuk mengambil foto yang benar-benar disukai.

Langkah 5: Checklist Foto Wajah di Rumah

Setelah memiliki foto yang disukai, periksa checklist ini:

  • Apakah fotonya fokus?
  • Apakah foto tidak dalam mode portrait atau mode lain yang mengaburkan background foto?
  • Apakah kedua bahu terlihat di foto?
  • Apakah lensa kamera bersih, atau fotonya bernoda?
  • Apakah ada lampu listrik yang menyala di sekitar, yang mungkin membuat kulit menjadi kuning atau hijau?
  • Apakah ada bayangan di wajah, atau apakah pencahayaan di wajah merata/halus?
  • Apakah menyukai penampilan di foto? (Periksa apakah kerah, perhiasan dan rambut sudah rapi)
  • Apakah foto diambil dari sudut yang bagus? (Dari tinggi mata atau dahi)
  • Apakah kepala lurus?
  • Jika memakai kacamata, apakah ada sedikit silau pada kacamata?

(Visited 1 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *