Cara Membuat Infografis dalam 5 Langkah Mudah & Cepat

0

Jika Anda bukan seorang desainer, membuat infografis yang cantik dan efektif mungkin tampak seperti tugas yang mustahil. Tapi itu jauh dari kenyataan.

Anda juga akan mempelajari berbagai tips untuk mendesain infografis, ditambah contoh bagaimana menerapkannya.

Jika lebih suka menonton daripada membaca instruksi, berikut adalah ringkasan video langkah-langkah dalam panduan membuat infografis ini.

Mari selami setiap langkah dengan lebih detail.

1. Uraikan Tujuan Membuat Infografis

Sebelum menentukan tujuan, pastikan mengetahui apa itu infografis dan berbagai skenario yang dapat digunakan untuknya.

Infografis adalah alat bantu komunikasi visual yang dapat digunakan untuk:

Memberikan Gambaran Singkat tentang suatu Topik

Baik sedang mempresentasikan konsep baru yang sulit dipahami, menguraikan langkah-langkah dalam rencana proyek atau memperkenalkan kebijakan baru, merangkum informasi dengan infografis dapat menghilangkah kebingungan.

Misalnya, yang satu ini merangkum enam jenis studi kasus utama:

Menjelaskan & Menyederhanakan Proses yang Komplek

Proses baru dapat menyebabkan banyak kebingungan. Jika ini adalah proses komplek yang mungkin sulit dipahami orang, coba buat infografis proses yang dapat digunakan audien atau klien sebagai referensi:

Infografis proses dapat berguna untuk mengungkap proses abstrak seperti perjalanan pelanggan:

Menampilkan Temuan Penelitian atau Data Survei

Infografis adalah cara sempurna untuk berbagi data survei karena memungkinkan menceritakan sebuah kisah dengan data. Ini sangat berguna jika membagikan data survei di media sosial atau blog. Infografis menciptakan potensi untuk menarik banyak perhatian pada data survei. Misalnya infografis konten statistik pemasaran ini:

Merangkum Postingan Blog atau Laporan yang Panjang

Jika memiliki postingan atau laporan yang panjang, akan sangat membantu jika merangkum poin-poin penting dalam sebuah infografis. Hal ini memudahkan pembaca untuk mengamati informasi yang paling penting.

Daripada harus menjawab pertanyaan yang sama setelah mengirimkan laporan, atau membuat orang kehilangan detail penting, laporan visual yang diringkas membantu menghilangkan masalah ini.

Ini adalah infografis yang dibuat untuk mengilustrasikan postingan blog tentang dampak pandemi terhadap krisis pengungsi:

Berikut adalah contoh infografis lain yang dapat digunakan untuk merangkum informasi yang mungkin dianggap membosankan oleh banyak orang:

Atau sesuatu yang mungkin sulit dimengerti:

Membandingkan Beberapa Opsi

Ketika dihadapkan pada dua pilihan bagus, bagaimana mengambil keputusan? Tuliskan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Infografis perbandingan adalah cara visual untuk membandingkan produk, rencana, argumen dan ide.

Meningkatkan Kesadaran tentang Suatu Masalah atau Penyebab

Menggunakan saluran sosial untuk membangun kesadaran adalah penting bagi banyak organisasi. Infografis memiliki kekuatan untuk membantu menceritakan sebuah kisah dengan data – untuk menampilkan angka-angka.

Contohnya adalah infografis tentang krisis pengungsi di atas, atau infografis tentang kesenjangan ras:

Sekarang setelah mengetahui kegunaan infografis, mari pikirkan tujuannya.

Sebelum mulai memikirkan desain tata letak, bagan atau estetika, perlu memikirkan baik-baik tujuan infografis. Mengapa membuat infografis ini?

Yang dimaksud bukan sasaran tingkat tinggi seperti merangkum informasi komplek atau meningkatkan traffic situs web.

Maksudnya adalah tujuan komunikasi yang jelas, konkret dan dapat dicapai.

Definisikan Masalah

Sadarilah bahwa membuat infografis ini sehingga audien dapat memperoleh sesuatu yang sangat spesifik dari membacanya. Hal yang sangat spesifik itu harus menjadi masalah besar yang dialami audien dalam hidup mereka, dan yang akan dipecahkan oleh infografis.

Gunakan Piramida Pertanyaan

Gunakan piramida pertanyaan untuk mengambil masalah dan mengubahnya menjadi 3 – 5 pertanyaan yang dapat ditindaklanjuti untuk ditangani dalam infografis:

Pertanyaan-pertanyaan ini akan menjadi kerangka kerja untuk membangun infografis, dan akan membantu menceritakan kisah yang menarik.

Pertanyaan-pertanyaan pendukung harus mengungkapkan informasi dasar yang perlu diketahui audien untuk memahami topik utama, dan pertanyaan-pertanyaan menyelidik yang akan mengungkapkan wawasan yang lebih luas yang pada akhirnya akan memecahkan masalah.

Infografis ini menguraikan langkah-langkah dalam proses desain produk:

Masalah utama yang mereka coba selesaikan adalah langkah apa saja yang ada dalam proses desain produk, sehingga piramida pertanyaan mereka mungkin terlihat seperti ini:

Mendefinisikan masalah dan menggunakan piramida pertanyaan untuk memecahnya menjadi pertanyaan yang dapat ditindaklanjuti adalah langkah pertama untuk membuat infografis yang efektif.

2. Kumpulkan Data Infografis

Anda memerlukan banyak data untuk membantu menjawab setiap pertanyaan yang ditentukan di langkah pertama.

Jika memiliki data sendiri, dapat melanjutkan ke langkah ketiga. Jika tidak, ada banyak sekali data publik yang tersedia, jika tahu di mana mencarinya.

Mari kita tinjau beberapa strategi untuk mendapatkan data yang berguna, tanpa harus melakukan riset sendiri.

Pencarian Google

Google sering kali merupakan tempat terbaik untuk memulai pencarian. Targetkan pencarian Google secara lebih efisien dengan simbol dan istilah pencarian khusus data:

  • Gunakan tanda kutip untuk mencari frasa yang tepat
  • Gunakan tanda minus untuk mengecualikan istilah dari pencarian
  • Tambahkan “data” ke frasa pencarian
  • Tambahkan format file khusus data (xls, csv, tsv) ke frasa pencarian

Cari Repositori Data yang Ada

Meskipun pencarian Google cepat dan mudah, sering kali mendapatkan data berantakan yang memerlukan pembersihan, yang dapat memakan banyak waktu. Bacalah repositori data berikut untuk menemukan data yang siap digunakan:

  • Statista: riset pasar
  • Kaggle: kumpulah data yang diunggah pengguna tentang segala hal mulai dari cokelat batangan hingga pendanaan startup
  • Pew Research: penelitian tentang demografi, opini publik, konten media dan banyak lagi
  • Google Trends Datastore: kumpulan data yang dikurasi dari Google News Lab
  • Google Scholar: search engine yang mudah digunakan untuk publikasi akademis
  • Data is Plural: daftar kumpulan data menarik dan topikal yang dikurasi, diperbarui setiap minggu
  • AggData: data lokasi bisnis
  • Cool Dataset: tempat untuk menemukan kumpulan data yang diproklamirkan sendiri

Jika kedua strategi ini gagal, mungkin harus mengumpulkan data sendiri.

3. Buat Visualisasi Data untuk Infografis

Sekarang Anda memiliki pertanyaan yang ingin dijawab dan data yang diperlukan untuk menjawabnya. Langkah selanjutnya adalah memutuskan bagaimana menyajikan data tersebut secara visual.

Video ini merangkum metode sederhana dalam memilih grafik terbaik untuk infografis:

Metode ICCORE membantu memilih grafik terbaik untuk data. Pertama, untuk setiap bagian data yang ingin divisualisasikan, tentukan apakah tujuan utamanya adalah untuk:

  • Inform
  • Compare
  • Change
  • Organize
  • Reveal relationship
  • Explore

Kemudian gunakan best practice untuk tujuan tersebut guna menemukan diagram yang tepat untuk data.

Mari kita tinjau setiap tujuan secara bergantian:

Inform

Anda ingin menyampaikan pesan penting atau poin data yang tidak memerlukan banyak konteks untuk dipahami.

Jadikan statistik numerik menonjol dengan teks besar, tebal dan berwarna:

Dapatkan perhatian ekstra dengan memasangkan ikon dengan teks:

Highlight persentase atau tarif dengan donut chart atau pictograph:

Compare

Anda ingin menunjukkan persamaan atau perbedaan antar nilai atau bagian dari keseluruhan. Infografis perbandingan akan membantu menarik kesejajaran antara beberapa bagian data.

Gunakan bar chart, column chart, bubble chart atau bubble cloud untuk membandingkan nilai independen.

Gunakan pie chart, donut chart, pictograph atau tree map untuk membandingkan bagian-bagian dari keseluruhan.

Gunakan stack bar chart atau stack column chart untuk membandingkan kategori dan bagian dari keseluruhan.

Gunakan stack area chart untuk membandingkan tren dari waktu ke waktu.

Change

Anda ingin menunjukkan tren seiring waktu atau ruang.

Gunakan line chart atau area chart untuk memperlihatkan perubahan yang berkelanjutan sepanjang waktu.

Gunakan timeline untuk menampilkan peristiwa terpisah dalam waktu.

Berikut contoh infografis timeline:

Gunakan choropleth map untuk menampilkan data spasial.

Gunakan map series untuk menampilkan data yang berubah dalam ruang dan waktu.

Organize

Anda ingin menunjukkan kelompok, pola, peringkat atau urutan.

Gunakan list untuk menampilkan peringkat atau urutan ketika ingin memberikan informasi tambahan tentang setiap elemen.

Gunakan table untuk memperlihatkan peringkat atau urutan ketika ingin pembaca dapat mencari nilai tertentu.

Gunakan flowchart untuk menunjukkan urutan dalam suatu proses.

Gunakan kotak atau batas sederhana untuk memperlihatkan kelompok yang terorganisir (seperti terlihat pada venn diagram dan mind map).

Berikut contoh infografis mind map:

Jika tidak, tampilkan peringkat atau urutan dengan bar chart, column chart, bubble chart atau pyramid chart.

Relationship

Anda ingin mengungkap hubungan yang lebih komplek di antara berbagai hal.

Gunakan scatter plot ketika ingin menampilkan dua variabel untuk sekumpulan data.

Gunakan multi series plot ketika ingin membandingkan beberapa kumpulan data terkait.

Explore

Anda ingin pembaca menjelajahi data dan menemukan wawasan sendiri.

Tidak ada solusi ajaib untuk explore – gaya visualisasi akan sangat bergantung pada spesifikasi data. Bagan interaktif seperti ini yang memungkinkan pemfilteran, pengurutan dan penelusuran sering kali merupakan pilihan terbaik, namun pengembangannya bisa memakan biaya dan waktu. Jika seorang pemula dalam visualisasi, cobalah untuk tetap menggunakan pilihan lain.

Itulah ikhtisar singkat metode ICCORE. Sekarang, Anda seharusnya memiliki semua yang diperlukan untuk memilih bagan yang sesuai untuk setiap kumpulan data yang ingin divisualisasikan. Pikirkan saja apa yang ingin ditekankan, dan pilih bagan yang sesuai.

4. Buat Layout Menggunakan Template Infografis

Sekarang tinggal tata letak dan desain.

Menempatkan elemen pertama di halaman bisa jadi menakutkan, tetapi ada beberapa tips yang akan menghilangkan beberapa dugaan.

Ciptakan Aliran Informasi Alami

Gunakan piramida pertanyaan yang dikembangkan pada langkah pertama untuk memandu tata letak desain dan aliran informasi.

Mulailah dengan memberi tahu pembaca apa yang akan mereka peroleh dari infografis (yaitu mengubah masalah menjadi header), tindak lanjuti dengan bagan yang menjawab pertanyaan pendukung, dan kemudian arahkan semuanya dengan bagan yang menjawab pertanyaan menyelidik.

Gunakan Grid Layout untuk Menambahkan Struktur Infografis

Menata elemen dengan grid simetris yang telah ditentukan sebelumnya adalah taktik mudah yang akan langsung meningkatkan infografis.

Ini akan memberikan unsur-unsur beberapa urutan penting, dan dengan mengingat bahwa kita secara alami membaca dari kiri ke kanan dan atas ke bawah, ini dapat digunakan untuk mengarahkan pandangan pembaca dari elemen ke elemen.

Gunakan tata letak desain satu kolom terpusat untuk konten dengan aliran linier:

Gunakan tata letak desain dua kolom untuk membuat perbandingan. Di bawah ini adalah contoh template infografis perbandingan:

Pertimbangkan untuk menggunakan tata letak multi section ketika urutan pembacaan kurang penting:

Apapun tata letak yang digunakan, memberi jarak pada elemen secara berkala akan menciptakan struktur dan keseimbangan yang memuaskan.

Buat Infografis dengan Template

Jika membuat tata letak dari awal terlalu menakutkan, banyak template infografis siap pakai yang dapat disesuaikan agar sesuai dengan data. Triknya adalah memilih salah satu yang sesuai dengan konten.

Cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan melupakan warna, gaya dan tipe bagan untuk saat ini. Pilih template infografis berdasarkan strukturnya terlebih dahulu, dan mainkan gayanya yang kedua.

Panduan video singkat ini akan membantu memilih jenis infografis terbaik:

Perlu visualisasi list atau proses? Cari template infografis satu kolom terpusat untuk memastikan setiap langkah dibaca secara berurutan. Di bawah ini adalah contoh template infografis proses satu kolom:

Ingin membandingkan dua grafik? Cari template infografis dua kolom:

Punya 3 statistik yang sama pentingnya? Cari template infografis tiga kolom:

Punya banyak data? Cari template infografis minimal dengan 4 atau 5 bagian:

Segala sesuatu yang dibicarakan di bagian sebelumnya berlaku di sini. Pikirkan tentang berapa banyak elemen yang dimiliki dan bagaimana cerita harus mengalir ketika memilih template infografis.

5. Tambahkan Gaya pada Desain Infografis

Kini sampai pada bagian yang menyenangkan – memanipulasi elemen desain untuk menambah kesan menarik dan memastikan infografis estetis dan jelas.

Bagaimana Memilih Font untuk Infografis

Mulailah dengan teks.

Cobalah untuk tetap simpel. Bayangkan infografis sebagai ringkasan visual – teks yang ada harus benar-benar diperlukan untuk memahami konsep utama dan melengkapi visual. Kurangi teks menjadi paragraf pendek (paling banyak).

Pilih font yang mudah dibaca untuk sebagian besar teks, lalu tingkatkan ukuran dan gaya header utama, header bagian dan highlight data sehingga inti infografis langsung terlihat:

Cara Menggunakan Perulangan, Konsistensi & Alignment

Selanjutnya, tambahkan beberapa elemen grafis tambahan untuk memberikan ritme dan daya tarik visual pada komposisi.

Cara mudah untuk menyatukan komposisi adalah dengan mengulangi bentuk dasar untuk memperkuat grid-grid di bawahnya:

Atau gunakan bentuk dasar untuk menekankan header dan elemen list:

Atau tambahkan ikon untuk memperkuat konsep penting dalam teks. Pertahankan konsistensi warna, gaya dan ukuran ikon, serta satukan semuanya dengan bentuk background tambahan:

Apapun yang Anda lakukan, pastikan elemen berulang yang ditambahkan selaras. Bahkan sedikit ketidakselarasan akan membuat segalanya menjadi tidak seimbang:

Itu hanyalah beberapa cara ingin menambahkan kesan pada infografis. Hal penting untuk diingat adalah elemen yang diulang dan disejajarkan menciptakan ritme visual, yang dapat membuat komposisi terasa lebih lengkap.

Berikut adalah contekan beberapa simbol dan makna paling umum yang dapat ditemukan dalam desain grafis, ditambah tips tentang cara menggunakannya untuk memvisualisasikan ide:

Cara Menggunakan Ruang Kosong dalam Desain

Ruang kosong mengacu pada area halaman yang tidak berisi teks atau gambar apapun. Setiap desainer akan memberi tahu bahwa ruang kosong sama pentingnya dengan elemen desain lainnya.

Sama seperti saat mengambil foto, menyisakan ruang di kedua sisi subjek, Anda juga harus menyisakan ruang di sekitar setiap elemen utama yang dikelompokkan dalam infografis.

Itu berarti memastikan memiliki margin di sekitar tepi infografis:

Dan jarak antar elemen yang tidak terkait, sehingga memudahkan untuk segera memahami elemen mana yang dikelompokkan menjadi satu:

Ruang kosong juga memengaruhi cara membaca warna – lebih mudah membuat warna berpadu indah satu sama lain dengan menambahkan sedikit ruang kosong:

Ciri seorang desainer ahli adalah penguasaan ruang kosong. Sebagai seorang amatir, desain akan meningkat segera setelah mulai memikirkan ruang kosong.

Bagaimana Memilih Warna saat Mendesain

Meskipun warna adalah alat komunikasi yang ampuh, desain infografis yang benar-benar hebat harus berkomunikasi secara efektif dalam warna hitam dan putih. Anggaplah warna sebagai bonus tambahan – sebuah cara untuk membantu pembaca memahami konten.

Gunakan warna untuk highlight informasi penting:

Atau untuk mengelompokkan elemen terkait:

Jangan mengabaikan warna netral. Ini mudah digunakan, dan ketika digunakan untuk mengimbangi warna-warna cerah, benar-benar dapat menyatukan suatu komposisi:

Berikut sejumlah skema warna yang dapat digunakan untuk berbagai infografis:

Jika ingat untuk memikirkan font, pengulangan dan alignment, ruang kosong dan warna, infografis pasti akan berfungsi dengan baik.

(Visited 1 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *