Cara Melindungi iPhone dari Cyberflashing di Pesawat

Minggu ini, Southwest Airlines membuat berita ketika seorang pilot mengancam akan memutar balik pesawat di landasan setelah seseorang di atas pesawat mengirim foto telanjang kepada penumpang melalui fitur iPhone AirDrop.

“Jika ini berlanjut saat kita masih berada di darat, saya akan kembali ke gate, semua orang harus turun, kami harus melibatkan petugas keamanan dan liburan akan menjadi berantakan,” kata pilot dalam video TikTok yang sekarang viral.

@teighmars

@robloxsouthwestair takes airdropping nudes very seriously. #AEJeansSoundOn #WorldPrincessWeek

♬ original sound – Teighlor Marsalis

“Jadi, apapun itu AirDrop, berhenti mengirim gambar telanjang, dan mari kita berangkat ke Cabo,” perintah pilot.

Insiden serupa terjadi pada bulan Juni dalam penerbangan Southwest. Staf maskapai memanggil polisi bandara untuk menahan seorang penumpang yang mengaku mengirim foto yang tidak diinginkan kepada semua orang selama penerbangan.

Mengingat peristiwa seperti ini, banyak yang menjadi semakin khawatir tentang cyberflashing, risiko dikirimnya gambar eksplisit yang tidak diinginkan. Mengingat jumlah kasus cyberflashing yang lebih tinggi dalam beberapa bulan terakhir, beberapa pejabat, termasuk di legislatif negara bagian New York, bahkan memperkenalkan Undang-Undang yang secara tegas akan melarang tindakan tersebut.

Jadi apa yang dapat Anda lakukan untuk melindungi diri sendiri dan keluarga Anda? Inilah semua yang perlu Anda ketahui tentang fitur AirDrop yang digunakan dalam cyberflashing – ditambah langkah-langkah yang dapat Anda ambil untuk menghindari menerima foto yang tidak pantas dari orang asing saat dalam penerbangan.

Melihat Fitur Apple iPhone AirDrop

Semua iPhone dilengkapi dengan layanan yang disebut AirDrop. Fitur ini memungkinkan pengguna iPhone untuk mengirim foto ke pengguna iPhone lainnya melalui koneksi nirkabel bluetooth yang beroperasi secara terpisah dari Wi-Fi dan jaringan komunikasi seluler, sehingga dapat digunakan bahkan ketika ponsel Anda dalam mode pesawat saat Anda bepergian.

Teknologi komunikasi bluetooth yang digunakan untuk fitur AirDrop adalah teknologi yang sama yang memungkinkan iPhone menemukan barang bawaan Anda dengan AirTags dan memungkinkan laptop terhubung ke mouse atau keyboard nirkabel.

Untuk menggunakan fitur ini, Anda harus berada tidak lebih dari beberapa ratus kaki dari perangkat (meskipun jangkauannya mungkin kurang, tergantung pada perangkat yang digunakan dan lingkungan tempat Anda berada). Karena penumpang dalam penerbangan biasanya berada dalam jangkauan bluetooth satu sama lain, sering dapat saling AirDrop gambar.

Dengan menggunakan fitur AirDrop, Anda dapat dengan mudah berbagi file foto berukuran besar dan kumpulan foto dengan orang lain tanpa memerlukan ruang dan waktu yang diperlukan untuk mengirim email atau mengirim pesan. AirDrop juga memungkinkan Anda mengirim foto ke sekelompok orang – termasuk yang tidak ada dalam daftar kontak Anda – menjadikannya fitur yang menyenangkan dan berguna untuk digunakan berbagi foto perjalanan.

Namun, meskipun nyaman dan efektif untuk digunakan, fitur AirDrop juga berpotensi disalahgunakan karena kemampuannya untuk berbagi foto dengan orang asing. Untungnya, ada beberapa cara sederhana untuk melindungi diri Anda dari menerima komunikasi yang tidak diinginkan melalui fitur tersebut.

Bagaimana Menghindari Cyberflashing

Dalam insiden yang baru-baru ini terjadi pada penerbangan Southwest Airlines, penumpang dalam jangkauan bluetooth pengirim menerima foto eksplisit melalui AirDrop. Foto-foto ini muncul sebagai pratinjau dengan pesan yang meminta untuk menerima atau menolak foto.

Meskipun penerima AirDrop dapat menolak gambar yang tidak pantas, pratinjau saja dapat mengkhawatirkan, terutama bagi yang bepergian dengan anak-anak yang mungkin menggunakan iPhone, iPad atau perangkat Apple lainnya. Untungnya, Apple menyediakan beberapa cara mudah untuk mencegah perangkat Anda menerima foto yang tidak diinginkan tersebut.

Untuk memulai, Anda dapat melakukan hal yang jelas: cukup matikan bluetooth dari seting main screen (di mana Anda akan menempatkan perangkat Anda ke mode pesawat). Ini mencegah Anda mengirim atau menerima komunikasi bluetooth apapun, yang berarti Anda tidak akan dapat terhubung ke perangkat bluetooth apapun, seperti headphone dan kontrol game.

Jika Anda ingin terhubung ke perangkat bluetooth saat bepergian, ada cara lain untuk melindungi iPhone Anda dari foto yang tidak diinginkan. Mulailah dengan membuka halaman pengaturan iPhone Anda, tekan General dan tekan tombol untuk AirDrop. Setelah berada di menu AirDrop perangkat Anda, pilih pengaturan Contact Only atau Receiving Off untuk membatasi foto yang dapat Anda terima.

Dengan Contact Only, hanya yang ada di daftar kontak perangkat Anda yang dapat berbagi foto dengan Anda melalui AirDrop. Sementara itu, Receiving Off mencegah foto apapun mencapai perangkat Anda, terlepas dari siapa asalnya. Dengan memilih salah satu dari opsi ini daripada pilihan Everyone, Anda akan membuatnya begitu foto yang tidak diminta dari orang asing tidak dapat menjangkau perangkat Anda.

Kesimpulan

Insiden terbaru dari foto eksplisit yang dibagikan melalui AirDrop pada penerbangan telah menyoroti perlunya pelancong untuk mengetahui pengaturan perangkat Apple-nya.

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, Anda dapat dengan mudah melindungi diri dari cyberflashing. Jika Anda ingin mengubah pengaturan sementara, cukup alihkan ke opsi lain sebelum kembali ke pilihan Anda.

Mengambil tindakan pencegahan ini akan membantu melindungi Anda dan orang yang Anda cintai saat Anda bepergian.

(Visited 1 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published.