Cara Berbicara dengan Anak-anak tentang Rasisme

Setelah terbunuhnya George Floyd dan di tengah-tengah demonstrasi, kita kembali bertanya-tanya apa yang harus kami katakan kepada anak-anak kita tentang rasisme. Apakah berlebihan? Apakah sudah waktunya? Bagaimana jika mereka terlalu muda dan kita menakutinya? Bagaimana jika kita juga takut?

“Anak-anak tidak pernah terlalu muda untuk terpapar pada keanekaragaman,” kata Dr. Aisha White, Direktur P.R.I.D.E Program di Office of Child Development di University of Pittsburgh. “Penelitian terus menunjukkan bahwa anak-anak mengenali perbedaan warna kulit pada usia yang sangat muda. Semuda 3 bulan, mereka mungkin melihat secara berbeda pada orang-orang yang terlihat seperti atau tidak terlihat seperti pengasuh utamanya.”

Pada usia 2 setengah tahun, anak-anak dapat mulai mengembangkan dan mengamati bias rasial yang dilihat di dunia sekitarnya. “Begitu mencapai usia 4 dan 5, ini adalah saat yang kritis ketika anak-anak kulit putih, misalnya, mulai menunjukkan bias yang jelas,” kata Dr. White. “Dan anak-anak kulit hitam atau anak-anak kulit berwarna mulai merasa didiskriminasi karena warna kulitnya.”

Pada saat ini, kita harus memilih untuk memiliki kepercayaan diri pada diri kita sendiri dan pada anak-anak kita – bahwa kita, dan mereka, dapat menangani topik-topik dan situasi sulit. Kita harus, sebagai orang tua, memahami bahwa peran kita adalah jujur, spesifik dan dapat dipercaya ketika kita membesarkan generasi berikutnya untuk menghadapi ketidakadilan rasial. Kita harus menjadi pembantu – yang telah membimbing pekerjaan anti-rasis selama bertahun-tahun dan yang dapat membantu membimbing kita sekarang.

Berikut adalah tujuah kiat dari Dr. White untuk membantu orang tua mempersiapkan percakapan yang sulit dan memulai diskusi, menggunakan buku bergambar, kegiatan dan mengajukan pertanyaan kepada anak-anak kita.

Latihlah Apa yang Ingin Anda Katakan Sebelum Mengatakannya

Perjuangan besar yang kita miliki ketika berbicara tentang rasisme dengan anak-anak kita adalah bahwa percakapan tentang ras dapat menimbulkan rasa takut, ketidakpastian dan ketidaknyamanan bagi kita juga. “Lakukan percakapan ini dengan orang dewasa lain terlebih dahulu,” kata Dr. White. Menelepon teman, orang tua lain dari sekolah atau anggota keluarga untuk berlatih akan membantu Anda merasa nyaman dengan apa yang ingin Anda katakan. Coba bayangkan pertanyaan yang mungkin ditanyakan anak Anda, dan siap untuk menjawab pertanyaan ini juga.

Waspadai Bias Anda Sendiri

“Yang benar-benar diperhatikan oleh anak-anak adalah perilaku orang dewasa,” kata Dr. White. “Anda dapat berbicara tanpa henti dengan anak Anda, tetapi jika Anda bersikap dengan cara yang menunjukkan bahwa Anda takut pada orang kulit berwarna, takut pada orang kulit hitam atau jika anak-anak Anda tumbuh di lingkungan yang serba putih dan Anda tidak memaparkannya kepada orang kulit berwarna – anak-anak memperhatikan ini. Mereka memperhatikan bahasa tubuh Anda. Dan mendengarkan apa yang dikatakan di sekitarnya.”

Dr. White menunjukkan bahwa ini sangat penting bagi orang tua dari anak-anak kulit putih, karena penelitian menunjukkan bahwa anak-anak dari semua ras mulai mengembangkan preferensi untuk putih pada usia muda dan membawanya sampai dewasa. “Anak-anak kulit putih mendapatkan semua pesan tentang kulit putih yang disukai, sebagai lebih baik, lebih ideal,” kata Dr. White. “Jadi, orang tua memiliki tantangan besar untuk melawannya.”

Gunakan Buku Bergambar

Perhatikan apa yang mungkin dipelajari anak Anda tentang ras dari kisah favoritnya. Jika semua karakter dalam buku terlihat sama, tanyakan apa pendapat anak Anda tentang ini. Jika karakternya beragam, tanyakan sesuatu seperti, “Karakter mana yang ingin kamu ajak berteman?” Dr. White mengatakan Anda mungkin terkejut dengan jawabannya, tetapi cobalah untuk tidak bereaksi dengan penilaian ini. Tujuannya adalah untuk memahami apa yang anak Anda ketahui, tidak ketahui dan apa yang mungkin dipikirkan tentang ras. Kemudian Anda dapat membantu anak Anda belajar dengan mengajukan lebih banyak pertanyaan dan mempersiapkan diri untuk lebih banyak percakapan di masa depan.

Tanyakan kepada Anak Anda Bagaimana Perasaannya – Secara Langsung

Kedengarannya sangat sederhana, tetapi ini merupakan langkah penting ketika anak-anak menyadari adanya berita buruk apapun. “Anak-anak mungkin tidak selalu tahu bagaimana cara memberitahu orang tuanya atau orang-orang yang dekat dengannya bahwa khawatir tentang sesuatu,” kata Dr. White.

Anda paling mengenal anak Anda – jadi waspadai emosinya, lalu pertimbangkan untuk menanyakan apakah ada sesuatu yang dikhawatirkan atau ditakuti. Jika anak Anda khawatir akan terluka, Anda bisa menjelaskan bagaimana Anda akan melindunginya. Dan jika khawatir Anda disakiti, beritahu langkah apa yang akan Anda ambil agar tetap aman.

“Khususnya untuk orang tua berkulit hitam, akan sulit untuk mengatakan (apa yang terjadi pada George Floyd) tidak akan pernah terjadi padanya. Dan kadang-kadang Anda hanya harus jujur dengan anak-anak dan mengatakan Anda akan melakukan apa saja untuk menjauh dari bahaya,” kata Dr. White. “Saya akan berpikir bahwa seorang anak yang memiliki ibu, ayah atau saudara kulit hitam akan benar-benar khawatir tentangnya. Dan satu-satunya hal yang benar-benar dapat dikatakan orang tua kepada anak-anak adalah bahwa ini sangat tidak mungkin terjadi, dan bahwa kita akan melakukan semua yang kita bisa untuk memastikan hal ini tidak terjadi lagi.”

Dr. White juga menyarankan memberi harapan pada anak-anak dengan memberitahunya bahwa alasan mengapa begitu banyak orang melakukan demonstrasi adalah untuk membuat ibu, ayah dan saudara lebih aman.

Jawab “Mengapa Ini Terus Terjadi?” dengan Suatu Kegiatan

Kita telah mengalami ini sebelumnya – sesuatu yang anak-anak yang lebih tua pada khususnya akan mulai memperhatikan, dan sesuatu yang sangat sulit untuk dijelaskan oleh orang tua. Dr. White merekomendasikan untuk menggunakan kegiatan singkat yang dipelajari dari Dr. Erin Winkler, Associate Professor di University of Wisconsin Milwaukee:

Ambil beberapa tali dan mintalah anak Anda melilit dan mengikat diri – mungkin bahkan melingkarkan tangan Anda dengan tangannya. “Lalu, bicarakan fakta bahwa rasisme dan penindasan serta diskriminasi telah terbangun sejak lama. Ini benar-benar rumit dan berlapis-lapis,” seperti terlihat pada tangan Anda, kata Dr. White. Anda dapat berbicara dengan anak Anda tentang berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melepaskan ikatan dan melepaskan rasisme.

Tanamkan Kepercayaan pada Anak-anak Berkulit Hitam melalui Mendongeng

Dr. White mengatakan salah satu hal terpenting yang dapat dilakukan orang tua adalah memastikan anak-anak kulit hitam mendengar dari Anda dan orang lain yang dicintai bahwa kulit, rambut dan wajahnya cantik. Ini dapat membantu membangun kepercayaan dalam penampilannya.

Kemudian, Anda dapat mendukung kepercayaan ini dengan mendongeng. Ini adalah inti dari pekerjaan Dr. White dan P.R.I.D.E. Program. Cukup dengan mengelilingi anak Anda di rumah dengan buku, majalah, gambar dan artefak budaya yang menampilkan orang kulit hitam dapat meningkatkan keterampilan pemecahan masalah, peningkatan perilaku di sekolah dan kemampuan yang lebih besar untuk mengingat fakta dan informasi. Membaca buku tentang pemimpin kulit hitam seperti Martin Luther King, Jr, Rosa Parks dan Ruby Bridges dapat membantu mendukung identitas ras yang positif, kata Dr. White. Dan menyelam ke dalam buku-buku yang mewakili keluarga kulit hitam dalam kehidupan sehari-hari juga dapat menguatkan ras.

Bantu Anak-anak Mulai Memahami Bagaimana Menjadi Sekutu

Dengan anak-anak usia sekolah, Dr. White mengatkan Anda dapat mulai melakukan percakapan tentang membela teman sekelasnya. Ini bisa menjadi langkah menuju anak-anak yang berpikir tentang apa yang dapat dilakukan sebagai anak muda yang mungkin tidak merasa memiliki banyak kekuatan – tetapi memilikinya, kata Dr. White.

(Visited 9 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *