Cara Belajar Tanpa Akses Perpustakaan di Universitas

Universitas mengikuti panduan Covid terbaru dari pemerintah, dan sebagai hasilnya sebagian besar perpustakaan di kampus beroperasi hanya berdasarkan akses esensial. Beberapa menyediakan area studi yang dapat dipesan dan berjarak secara sosial, yang lain menawarkan layanan click and collect.

Dengan akses terbatas ke sumber daya, mahasiswa mengatakan bahwa sedang berjuang. Mahasiswa psikologi tahun pertama Erin Carr tidak dapat memperoleh bacaan wajib untuk kuliahnya. “Buku online memiliki tanggal kadaluwarsa beberapa hari dan memiliki jumlah terbatas untuk diunduh,” katanya. “Selain itu, saya tidak memiliki space storage yang diperlukan di perangkat saya. Benar-benar membuat frustasi.”

Mahasiswa Owen Clark telah dikenai denda Rp400 ribu untuk dua buku yang tidak dapat dikembalikannya, dan mengandalkan jurnal online saat di rumah. “Universitas mengirimi saya email untuk meminta buku-bukunya dikembalikan,” katanya. “Saya tidak tahu apa yang diharapkan dari saya.”

Saat mencari buku di rak perpustakaan tidak memungkinkan saat ini, ada hal lain yang bisa dicoba.

Bicaralah dengan Pustakawan

“Tips saya yang paling penting – repotkan pustakawan Anda,” kata Colin Higgins, pustakawan di St Catharine’s College, Cambridge. “Tugas kami adalah mendukung mahasiswa kami. Jika Anda tidak dapat menemukan apa yang diminta untuk Anda baca, pustakawan Anda akan dapat menemukannya untuk Anda.”

Hindari menggunakan Google dan kenali situs web perpustakaan Anda. “Pustakawan adalah orang yang terorganisir,” kata Higgins. “Mereka akan mengetahui sumber daya apa yang lebih relevan dengan pekerjaan Anda, dan akan mengatur perpustakaan online-nya untuk menawarkan akses paling mudah ke hal-hal yang Anda butuhkan.”

Regina O’Brien, asisten direktur operasi dan layanan pengguna di Lancaster University, mengatakan bahwa mahasiswa harus benar-benar berhubungan dan dapat memesan janji temu online dan sesi pelatihan dengan dukungan subjek tertentu.

Jika memungkinkan, gunakan fungsi obrolan online. Di beberapa universitas menyediakan dukungan melalui video call.

Tidak peduli seberapa jauh kuliah Anda, pelajari cara menggunakan mesin pencari perpustakaan dengan benar. “Tidaklah memalukan tidak mengetahui cara menggunakannya, karena dapat menjadi mimpi buruk,” kata Michael Natzler, petugas kebijakan di Higher Education Policy Institute (Hepi).

Gunakan Sumber Daya Online

Sebagian besar universitas telah bekerja untuk mendigitalkan koleksi dan memperluas penyediaan ebook dan materi online lainnya, serta memastikan mahasiswa memiliki akses ke database elektronik dan jurnal seperti Jstor.

Cari tahu info login, langganan dan sumber belajar apa yang tersedia. Di Middlesex misalnya, mahasiswa fakultas Seni dan Industri Kreatif memiliki akses ke software Adobe Creative Cloud. Di The University of the Arts London, mahasiswa memiliki langganan ke database seperti LinkedIn Learning, yang memiliki video untuk mendukung praktik kreatif, Box of Broadcasts, yang menyediakan akses ke program TV dan radio dari berbagai saluran, dan streaming film gratis melalui Kanopy.

Tetap berpegang pada sumber terpercaya. “Selalu ada sisi yang berbeda dari semua teori akademis dan momok berita palsu melayang-layang di sejumlah sumber berita,” kata Fiona Greig, direktur perpustakaan dan layanan TI di University of Winchester.

Cari Buku Bekas

Jangan berpikir Anda perlu membeli buku baru. National Union of Students mengatakan semua buku yang diperlukan untuk kuliah harusnya tersedia secara online – tetapi mahasiswa merasa dirugikan jika tidak memilikinya. “Saya telah mempertimbangkan untuk membeli buku-buku utama, tetapi dijual sekitar Rp800 ribu perbuku di Amazon,” kata Carr. “Saya tidak mendapat pekerjaan karena pandemi, saya tidak bisa membeli semua buku yang saya butuhkan.”

Group Facebook dan eBay bisa menjadi tempat yang baik untuk mencari salinan buku, terutama jika Anda bisa menjualnya lagi setelahnya. Mahasiswa Marwick, Darcey Edkins, mengatakan bahwa akhirnya membeli buku-buku literaturnya melalui penjualan pass the book di Facebook. “Ini masih tidak ideal, tapi jauh lebih murah daripada Amazon.”

Ciptakan Kembali Buzz

Banyak mahasiswa rindu pergi ke perpustakaan. Ini dapat memberikan fungsi kesejahteraan yang vital, memungkinkan Anda mengakses ruang di luar kamar tidur Anda dan kesempatan untuk melihat orang lain dan menghindari kesepian. Bagi yang rindu kebisingan latar belakang saat bekerja, beberapa perhimpunan mahasiswa, mengadakan sesi belajar virtual di Zoom. Atau ada juga delapan jam di YouTube yang meniru perpustakaan dan kafe.

Hubungi Tutor

Dosen mengatakan bahwa terus memperbarui daftar bacaannya untuk memprioritaskan item yang tersedia dalam format digital. Jika Anda kesulitan mengakses salinan cetak, beri tahu dan Anda akan diarahkan ke arah yang benar. Meskipun para akademisi sangat terdesak waktu saat ini dan tanggapan mungkin memerlukan beberapa hari, Nick Hillman, direktur Hepi, mengatakan bahwa kemampuan untuk berbagi layar dan menampilkan artikel tertentu adalah salah satu keuntungan dari pengajaran online.

(Visited 56 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *